Mungkin selama ini kau anggap aku membencimu
Mungkin selama ini kau anggap aku acuh tak acuh kepadamu
Yang enggan untuk mengenalmu kembali
Yang enggan untuk berjabat tangan lagi
Kau salah..
Kau keliru..
Karena hatiku berseraya yang tak sama dengan tingkah lakuku
Karena di jiwaku masih terukir setetes tinta cinta untukmu
Yang terukir manis dengan kenangan tempo dulu
Yang terpahat sempurna meski tinggal puing-puing asmara
Yang terkadang membangunkanku ke masa kelamku bersamamu
Masa-masa dimana asmara putih biru menggebu-gebu
Mungkin selama ini kau anggap aku acuh tak acuh kepadamu
Yang enggan untuk mengenalmu kembali
Yang enggan untuk berjabat tangan lagi
Kau salah..
Kau keliru..
Karena hatiku berseraya yang tak sama dengan tingkah lakuku
Karena di jiwaku masih terukir setetes tinta cinta untukmu
Yang terukir manis dengan kenangan tempo dulu
Yang terpahat sempurna meski tinggal puing-puing asmara
Yang terkadang membangunkanku ke masa kelamku bersamamu
Masa-masa dimana asmara putih biru menggebu-gebu